Ribuan ASN Meriahkan Kemerdekaan: Hari Ini Bukan Rapat, Tapi Rebutan Piala

Medan36 Dilihat

Ribuan ASN Meriahkan Kemerdekaan: Hari Ini Bukan Rapat, Tapi Rebutan Piala

Medan – Taman Cadika Medan, Sabtu (22/8/2026), mendadak lebih ramai dari biasanya. Ribuan jajaran Pemko Medan berkumpul bukan untuk rapat koordinasi, membahas anggaran, atau mengejar tanda tangan pejabat.

Kali ini mereka datang untuk bertanding, tertawa, dan kalau perlu jatuh demi kemerdekaan.

Sebanyak 13 perlombaan digelar dalam Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI. Ada futsal pakai sarung, tarik tambang, pukul guling di atas danau, balap karung pakai helm, bakiak, tenis meja, catur, kartu, fashion show, sampai lomba memasak nasi goreng.

Lengkap. Hampir semua bakat ASN mendapat kesempatan untuk muncul. Ada yang jago olahraga, ada yang jago bermain kartu, ada yang pintar berdandan, dan ada pula yang ternyata punya bakat tersembunyi menjadi koki.

Yang menarik, hari itu tidak ada istilah “Pak Kepala Dinas” atau “Bu Kabid” ketika pertandingan berlangsung. Semua kembali menjadi peserta lomba yang punya satu tujuan: menang dan membawa pulang piala.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu bersama Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas ikut menyaksikan kemeriahan tersebut. Bahkan Rico ikut mencoba tenis meja.

Mungkin ini kesempatan langka ketika pimpinan bisa dipukul—tentu dengan bet tenis meja dan sesuai aturan.

Suasana semakin meriah karena setiap peserta mendapat dukungan dari rekan-rekan satu kantor. Sorak-sorai terdengar di berbagai sudut Taman Cadika. Ada yang serius mengejar kemenangan, ada yang sekadar mencari pengalaman, dan mungkin ada juga yang baru sadar bahwa teman sekantornya ternyata lebih jago bermain kartu daripada mengurus disposisi.

Salah seorang peserta dari Dinas Kominfo, Thoriq, mengikuti lomba Kartu Truf Gembira. Ia mengaku senang karena selain berkompetisi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan mempererat silaturahmi dan kekompakan antarpegawai.

Dan memang, itulah sisi menarik dari perayaan seperti ini. Selama hari kerja, pegawai Pemko Medan sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang mengurus pendidikan, kesehatan, komunikasi, pelayanan masyarakat, administrasi, hingga berbagai pekerjaan pemerintahan lainnya.

Tetapi di Taman Cadika, semuanya punya agenda yang sama: bagaimana caranya jangan sampai kalah. Namun setelah lomba selesai, piala dan hadiah dibagikan, para ASN tentu kembali ke pekerjaan masing-masing. Di situlah semangat kemerdekaan yang sebenarnya diuji. Sebab kompak saat tarik tambang memang bagus. Kompak saat bermain bakiak juga hebat.

Tetapi masyarakat tentu lebih senang kalau kekompakan itu ikut terbawa ke kantor. Kompak menyelesaikan pelayanan, kompak menyelesaikan masalah, dan kompak bekerja untuk masyarakat. Karena rakyat tidak terlalu peduli siapa juara futsal sarung atau siapa paling hebat bermain kartu.

Rakyat lebih membutuhkan satu hal yang jauh lebih sederhana: pelayanan yang cepat, kerja yang kompak, dan pemerintah yang benar-benar hadir.

Jadi, silakan tertawa, bertanding, dan merayakan kemerdekaan. Tetapi setelah Taman Cadika kembali sepi, jangan sampai semangatnya ikut pulang. Pialanya boleh dipajang di kantor. Semangat kerjanya harus ikut dipakai.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *