Disdik Sumut Kebut Rehab 187 Ruang Kelas, September Jadi Tenggat: Jangan Sampai Target Tinggal di Atas Kertas

Disdik Sumut Kebut Rehab 187 Ruang Kelas, September Jadi Tenggat: Jangan Sampai Target Tinggal di Atas Kertas

MEDAN — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sedang berpacu dengan kalender. Sejumlah Program Strategis Daerah (PSD) bidang pendidikan dikebut agar tidak sekadar tercatat sebagai target 2026, tetapi benar-benar terlihat hasilnya di sekolah.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah rehabilitasi 187 ruang kelas yang tersebar dalam 70 paket pekerjaan. Dengan total pagu anggaran mencapai Rp31,39 miliar, pekerjaan tersebut rata-rata telah mencapai progres fisik sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung September 2026.

Artinya, waktu yang tersisa bukan lagi ruang untuk terlalu banyak rapat dan seremoni. Yang dibutuhkan adalah pekerjaan di lapangan benar-benar bergerak.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Terang Dewi Susanti Ujung, memastikan pihaknya terus mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan rehabilitasi ini kami tuntaskan segera,” ujar Terang dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (16/9/2026).

187 Ruang Kelas Dikebut, Progres 70 Persen

Dengan progres rata-rata 70 persen, pekerjaan rehabilitasi 187 ruang kelas tinggal menyelesaikan bagian yang belum rampung.

Tenggat September pun menjadi penting. Sebab, bagi sekolah, ruang kelas bukan sekadar angka dalam laporan progres. Ruang kelas adalah tempat siswa belajar, guru mengajar, dan kegiatan pendidikan berlangsung setiap hari.

Di atas kertas, progres 70 persen tentu terdengar cukup meyakinkan. Namun di lapangan, 70 persen tetap harus benar-benar berarti 70 persen pekerjaan fisik, bukan 70 persen optimisme dalam rapat evaluasi.

Karena itu, percepatan menjadi kata kunci agar target tidak berubah menjadi sekadar catatan dalam dokumen program.

SMA Unggulan Sukma Nias Dikebut hingga Desember

Selain rehabilitasi ruang kelas, Disdik Sumut juga tengah mengejar pembangunan SMA Unggulan Sukma Nias dengan pagu anggaran Rp88,44 miliar.

Hingga saat ini, progres fisik pembangunan sekolah tersebut mencapai sekitar 61 persen. Target penyelesaian ditetapkan pada Desember 2026, sementara kegiatan belajar-mengajar direncanakan mulai berlangsung pada 2027.

“Ditargetkan rampung Desember 2026, dengan kegiatan belajar-mengajar direncanakan mulai berlangsung pada 2027,” kata Terang.

Sekolah unggulan tentu tidak cukup hanya berdiri megah. Setelah bangunan selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas, lingkungan belajar, tenaga pendidik, dan sistem pembelajarannya siap ketika siswa mulai masuk.

Bangunan selesai adalah satu target. Sekolah benar-benar siap digunakan adalah target berikutnya.

120 Ruang Kelas Baru Ikut Dikebut

Disdik Sumut juga mempercepat pembangunan 120 ruang kelas baru dengan total pagu anggaran Rp41,49 miliar.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumut meningkatkan ketersediaan sekaligus kualitas sarana pendidikan.

Jika rehabilitasi menyasar ruang kelas yang sudah ada, pembangunan ruang kelas baru diharapkan menjawab kebutuhan tambahan fasilitas pendidikan. Dengan kata lain, pekerjaan rumahnya bukan hanya memperbaiki yang rusak, tetapi juga menambah kapasitas yang memang dibutuhkan.

Sebab, pendidikan tidak akan banyak bergerak jika ruang belajarnya masih harus berkompromi dengan kondisi bangunan.

Listrik dan Internet Sudah 100 Persen

Di tengah sejumlah pekerjaan fisik yang masih dikebut, Disdik Sumut mencatat beberapa program strategis lainnya telah selesai.

Fasilitas listrik dan layanan internet pada seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut disebut telah terpenuhi 100 persen.

Untuk kelistrikan, Disdik Sumut telah memasang listrik di tujuh satuan pendidikan dengan total pagu anggaran Rp4,41 miliar.

Sementara untuk konektivitas, layanan internet satelit Starlink telah disediakan di 163 satuan pendidikan dengan total pagu anggaran Rp3,26 miliar.

“Dengan ini, pada Tahun 2026 Fasilitas Listrik dan Layanan Internet di seluruh sekolah di Sumatera Utara sudah terpenuhi 100%,” kata Terang.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong digitalisasi pendidikan. Sebab, bicara transformasi pendidikan di era sekarang tanpa listrik dan internet, ibarat menyuruh sekolah berlari tetapi sepatu belum diberikan.

Kini, pekerjaan berikutnya tinggal memastikan fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk proses belajar-mengajar.

Pada akhirnya, keberhasilan program pendidikan tidak berhenti pada berapa paket yang selesai, berapa persen progres yang tercatat, atau berapa besar anggaran yang terserap.

Yang paling mudah dilihat adalah perubahan di sekolah.

Ruang kelas yang dulu rusak menjadi layak, ruang baru benar-benar digunakan, sekolah tersambung listrik dan internet, serta siswa bisa belajar dengan fasilitas yang lebih baik.

Sebab target boleh tercetak rapi di atas kertas. Tetapi pendidikan yang baik hanya bisa dirasakan ketika hasilnya benar-benar berdiri di lapangan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *