JAKARTA, 20 September 2026 – Proses mediasi dalam perkara yang melibatkan selebgram Meicha Lee dan Dermakeys Clinic pada Jumat (17/9/2026) berujung kekecewaan dari pihak Meicha Lee. Salah satu yang menjadi sorotan adalah persoalan waktu kehadiran pihak Dermakeys Clinic dalam proses mediasi.
Mediasi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB diharapkan menjadi ruang bagi kedua pihak untuk bertemu secara langsung, menyampaikan persoalan masing-masing, serta mencari titik temu atas perkara yang selama ini bergulir.
Menurut pihak Meicha Lee, dirinya telah datang dan menunggu untuk mengikuti proses mediasi sesuai waktu yang telah dijadwalkan. Namun, hingga waktu yang diharapkan, pihak owner Dermakeys Clinic tidak hadir secara langsung.
Pihak Meicha menyebut kuasa hukum owner Dermakeys Clinic baru datang sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut membuat pihak Meicha merasa kecewa karena terdapat perbedaan waktu kehadiran yang cukup jauh dari jadwal mediasi yang sebelumnya telah ditentukan.
Bagi Meicha, kehadiran dalam proses mediasi bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi merupakan bentuk keseriusan untuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi secara langsung.
Ketidakhadiran owner secara langsung juga menjadi perhatian pihak Meicha. Sebab, menurutnya, akan lebih baik apabila pihak-pihak yang berkepentingan dapat hadir dan menyampaikan persoalan masing-masing secara langsung dalam forum mediasi.
Di sisi lain, pihak klinik disebut menyampaikan bahwa owner tidak hadir karena mengalami tekanan secara psikologis. Penjelasan tersebut merupakan keterangan dari pihak klinik dan menjadi bagian dari dinamika yang terjadi dalam proses mediasi.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pihak Meicha karena dirinya juga mengaku mengalami tekanan psikologis akibat perkara yang sedang dihadapinya.
Meicha mengungkapkan bahwa tekanan yang dialaminya cukup berat hingga dirinya mendapatkan bantuan profesional dan menjalani perawatan kepada psikiater.
Karena itu, pihak Meicha berharap kondisi psikologis dari kedua belah pihak dapat dipandang secara proporsional. Menurutnya, apabila tekanan psikologis menjadi alasan ketidakhadiran salah satu pihak, maka pengalaman dan dampak psikologis yang dialami pihak lainnya juga perlu mendapatkan perhatian.
Meicha menilai dirinya telah menunjukkan itikad untuk mengikuti proses penyelesaian dengan datang sesuai agenda yang telah dijadwalkan. Karena itu, ia berharap proses mediasi berikutnya dapat berlangsung dengan keterlibatan seluruh pihak secara serius dan sesuai waktu yang telah disepakati.
Bagi Meicha, mediasi semestinya menjadi ruang untuk saling mendengarkan, memberikan penjelasan dan mencari jalan keluar terhadap persoalan yang terjadi. Ia berharap proses tersebut tidak justru menimbulkan kesan bahwa salah satu pihak kurang mendapatkan perhatian dalam proses penyelesaian.
Meski mediasi telah berlangsung, pihak Meicha menyatakan bahwa persoalan utama yang menjadi dasar perkara masih membutuhkan kejelasan. Ia berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab sesuai mekanisme yang berlaku.
Pihak Dermakeys Clinic maupun owner tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi terhadap berbagai pernyataan yang disampaikan pihak Meicha. Masing-masing pihak juga memiliki hak untuk menyampaikan bukti dan argumentasi sesuai proses hukum yang berjalan.
Pihak Meicha berharap proses selanjutnya dapat memberikan kepastian dan kejelasan terhadap persoalan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam proses mediasi merupakan bentuk upaya untuk mencari penyelesaian melalui mekanisme yang tersedia.
Dengan demikian, pihak Meicha berharap proses penyelesaian perkara ke depan dapat berlangsung secara terbuka, proporsional, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pihak untuk menyampaikan keterangan dan bukti masing-masing.






