Rico Waas Minta Maaf soal Kemacetan Proyek Infrastruktur: Medan Dibangun, Warga Diminta Bersabar

Rico Waas Minta Maaf soal Kemacetan Proyek Infrastruktur: Medan Dibangun, Warga Diminta Bersabar

MEDAN – Pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari upaya membenahi wajah Kota Medan. Namun, di balik trotoar yang ditata, saluran drainase yang diperbaiki, dan proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang dikerjakan, ada warga yang harus menghadapi perjalanan lebih lambat, kemacetan, hingga ketidaknyamanan dalam beraktivitas.

Menyadari dampak tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan lalu lintas akibat sejumlah proyek pembangunan yang sedang berlangsung di berbagai titik kota.

Permohonan maaf itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Waas seusai memimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Balai Kota Medan, Rabu (28/10/2026). Ia didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap dan Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi.

“Kami pertama memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Medan. Ini memang sedang ada pembangunan. Kita sudah dalam proses pembangunan kota. Tentu ada gangguan, ada ketidaknyamanan. Kami mohon bersabar, kami mohon maaf,” ujar Rico.

Sejumlah pekerjaan yang berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas tersebut meliputi pembangunan BRT, penataan trotoar, hingga pemasangan u-ditch atau saluran beton pracetak untuk drainase.

Kota dibenahi, aktivitas warga jangan ikut terbengkalai

Rico mengakui pembangunan kota tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Pekerjaan fisik di badan jalan maupun kawasan sekitarnya dapat memengaruhi mobilitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang setiap hari harus berpacu dengan waktu untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Namun, Pemko Medan juga berkomitmen turun langsung ke lapangan bersama perangkat daerah terkait untuk mengawasi titik-titik rawan kemacetan dan membantu mengurai gangguan lalu lintas.

Langkah tersebut menjadi penting karena pembangunan yang bertujuan memperbaiki fasilitas publik juga harus memperhatikan kenyamanan masyarakat selama pengerjaan berlangsung. Jalan yang sedang diperbaiki memang bisa menjadi lebih baik pada masa mendatang, tetapi warga tetap membutuhkan akses yang aman dan layak hari ini.

Dalam situasi seperti ini, permohonan maaf pemerintah patut diapresiasi. Meski demikian, bagi pengendara yang terjebak kemacetan, permintaan maaf tentu akan terasa lebih berarti apabila disertai pengaturan lalu lintas yang efektif, informasi proyek yang jelas, serta pekerjaan yang dilaksanakan dengan tertib.

Jangan sampai pembangunan lancar di atas kertas, macetnya terasa di jalan

Pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan sebuah kota yang terus berkembang. BRT diharapkan mendukung transportasi publik, trotoar yang tertata dapat meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, sedangkan perbaikan drainase diperlukan untuk menunjang aliran air dan mengurangi risiko genangan.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh berdirinya fasilitas baru. Cara proyek dikerjakan, pengelolaan dampaknya, dan kecepatan pemerintah merespons keluhan warga juga menjadi bagian dari kualitas pelayanan publik.

Masyarakat tentu memahami bahwa membangun kota bukan pekerjaan semalam. Tetapi kesabaran warga juga perlu dijawab dengan pengawasan yang nyata, pengaturan lalu lintas yang memadai, serta koordinasi yang baik di antara pelaksana proyek dan instansi terkait.

Sebab, jangan sampai trotoar semakin rapi, tetapi perjalanan menuju tempat kerja justru semakin berliku. Jangan pula saluran drainase semakin baik, sementara pengendara harus menguras kesabaran setiap melewati lokasi pengerjaan.

Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal apa yang akan dinikmati warga setelah proyek selesai, melainkan juga bagaimana pemerintah melindungi kenyamanan mereka selama proses berlangsung.

Medan memang perlu terus dibenahi. Namun, warga jangan hanya diminta bersabar; mereka juga berhak melihat bahwa setiap permohonan maaf diikuti langkah konkret untuk mengurangi kemacetan dan memastikan pembangunan berjalan tertib.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *