Airin Rico Waas Minta Lomba B2SA Medan Tak Sekadar Seremonial: Menu Kreatif Harus Berujung Manfaat Nyata

Airin Rico Waas Minta Lomba B2SA Medan Tak Sekadar Seremonial: Menu Kreatif Harus Berujung Manfaat Nyata

MEDAN — Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait bersinergi menyukseskan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Tahun 2026. Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak cukup diukur dari kemeriahan acara, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Airin saat memimpin Rapat Koordinasi Pembagian Tugas Pelaksanaan Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Medan di Balai Kota Medan, Kamis (29/10/2026).

Mengusung tema “Inovasi Kuliner Lokal Kota Medan, Ayo Makan Ikan untuk Medan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di Gedung Warenhuis, Jalan Ahmad Yani VII, Medan.

Airin menekankan, lomba B2SA harus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi, seimbang, dan aman. Pemanfaatan bahan pangan lokal, termasuk ikan, juga perlu terus didorong sebagai bagian dari pola hidup sehat.

“Melalui konsep ajang kemitraan dan promosi yang terbuka, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar perlombaan rutin, melainkan wadah edukasi bagi warga. Kita ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan dan memanfaatkan sumber pangan lokal secara bijak,” ujar Airin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat seharusnya tidak berhenti pada pembagian tugas panitia, penataan stan, atau penilaian kreasi menu. Edukasi yang disampaikan perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan sehari-hari, terutama dalam memilih makanan bergizi dan mengelola pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan.

Selain mendorong inovasi olahan ikan, Airin juga menyoroti persoalan sampah organik dari sisa makanan rumah tangga. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan limbah tersebut melalui budi daya maggot atau larva lalat tentara hitam yang dapat diolah menjadi pakan ternak.

“Maggot dapat dibudidayakan dari sisa makanan rumah tangga dan diolah menjadi pakan ternak. Jika masyarakat terbiasa mengelola sampah organik ini, kita tidak hanya menjaga kebersihan kota, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru yang berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Airin, pengelolaan sampah organik yang tepat berpotensi memberikan manfaat ganda: mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan.

Untuk memperluas manfaat ekonomi kegiatan, lomba B2SA juga akan dirangkaikan dengan bazar UMKM dan pameran edukatif. Pengunjung dapat mengenal berbagai program dan produk, mulai dari stan Pemenang Hatinya PKK, produk UP2K, Aksata Pangan, microgreen, tanaman hias, hingga Jamur Hartopo dan Jamur Niswa.

Kehadiran bazar dan pameran tersebut diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha serta memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya mengangkat kreativitas dalam mengolah pangan, tetapi juga membuka peluang pemasaran dan pengembangan usaha.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Penjabat Ketua DWP Kota Medan Ny. Fahriatun Nisa Erfin Fachrurrazi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Citra Effendi Capah, serta pimpinan perangkat daerah terkait.

Pada akhirnya, tantangan lomba B2SA bukan sekadar menghasilkan menu paling menarik atau stan paling ramai dikunjungi. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat semakin memahami pola makan bergizi, pelaku UMKM memperoleh manfaat promosi, dan pengelolaan sampah rumah tangga mulai menjadi kebiasaan.

Sebab, acara boleh berlangsung sehari, tetapi manfaatnya idealnya bertahan jauh lebih lama. Jangan sampai menu sudah dinilai, piala sudah dibagikan, dan stan sudah dibongkar, sementara kebiasaan makan sehat serta pengelolaan sampah masih berjalan di tempat.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *