Apel Pagi DPRD Medan: Disiplin Jangan Cuma Rajin Berdiri, Kinerja Juga Harus Berdiri Tegak

Medan, Politik18 Dilihat

Apel Pagi DPRD Medan: Disiplin Jangan Cuma Rajin Berdiri, Kinerja Juga Harus Berdiri Tegak

MEDAN — Senin pagi di halaman kantor DPRD Kota Medan kembali diisi dengan kegiatan yang sangat familiar bagi para aparatur: apel pagi.

Barisan dirapikan, peserta berdiri tegak, pimpinan memberikan arahan, dan kalimat tentang disiplin serta peningkatan kinerja kembali berkumandang.

Senin (24/8/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit, S.E., M.S.P., memimpin apel pagi yang diikuti para kepala bagian, ketua tim, serta seluruh ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Medan.

Pesannya sederhana, tetapi memang tidak pernah basi: tingkatkan semangat kerja, jaga komunikasi, dan tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena di kantor pemerintahan, apel pagi memang relatif mudah. Yang agak sulit adalah memastikan semangat yang muncul saat apel tidak ikut bubar ketika barisan dibubarkan.

Maklum, semangat kerja terkadang memiliki sifat unik. Ia bisa hadir pukul 08.00 ketika apel dimulai, kemudian mendadak membutuhkan “koordinasi” begitu pekerjaan mulai menumpuk. Karena itu, pesan Erisda tentang peningkatan kinerja patut dicatat.

Sekretariat DPRD bukan sekadar tempat para pegawai mengurus administrasi kantor. Di balik meja, surat, agenda rapat, disposisi, notulen, hingga berbagai dokumen, ada satu fungsi besar yang sering luput dari perhatian: pelayanan kepada masyarakat melalui dukungan terhadap kerja DPRD.

Kalau pelayanan Setwan lambat, agenda DPRD bisa ikut tersendat. Kalau komunikasi buruk, koordinasi bisa berantakan. Kalau persiapan tidak matang, rapat bisa berubah menjadi acara mencari berkas yang entah terselip di mana. Dan kalau semua itu terjadi, yang repot bukan hanya pegawai. Masyarakat juga bisa ikut bertanya-tanya.

Karena itu, ketika Plt Sekwan menekankan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai agenda DPRD ke depan, pesan tersebut sebenarnya cukup jelas: jangan bekerja setelah masalah muncul. Persiapkan sebelum masalah datang. Ini penting karena pekerjaan Sekretariat DPRD tidak pernah benar-benar sepi.

Ada rapat, kunjungan kerja, agenda komisi, sidang paripurna, pembahasan anggaran, penyusunan dokumen, pelayanan pimpinan dan anggota DPRD, hingga urusan administrasi yang mungkin tidak terlihat publik tetapi menentukan apakah sebuah kegiatan berjalan lancar atau justru tersandung.

Jadi, apel pagi seharusnya bukan sekadar ritual mingguan untuk memastikan semua orang masih punya kemampuan berdiri tegak.

Apel adalah pengingat bahwa disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu, tetapi juga menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Bukan hanya soal mengenakan pakaian sesuai aturan, tetapi juga memberikan pelayanan sesuai standar.

Bukan hanya soal mendengarkan arahan pimpinan, tetapi menerjemahkannya menjadi pekerjaan nyata.

Dan yang paling penting, jangan sampai pelayanan publik hanya bagus ketika sedang ada kamera.

Sebab masyarakat tidak datang ke kantor DPRD setiap Senin pagi untuk melihat apel. Mereka datang ketika membutuhkan informasi, pelayanan, pengaduan, atau ketika ingin memastikan lembaga perwakilan mereka bekerja sebagaimana mestinya. Maka, setelah barisan dibubarkan, tantangannya justru dimulai.

Semangat yang tadi dikumpulkan di halaman kantor harus dibawa masuk ke ruangan. Disiplin harus ikut masuk ke meja kerja. Komunikasi harus masuk ke grup koordinasi. Dan kualitas pelayanan harus sampai kepada masyarakat.

Sebab kalau hanya apel yang disiplin, sementara pekerjaan masih menunggu “nanti”, maka yang meningkat hanyalah kualitas barisan. Padahal yang diminta pimpinan adalah peningkatan kualitas kinerja. Dan untuk ukuran pemerintahan, perbedaannya cukup jauh.

Apel bisa selesai dalam beberapa puluh menit. Tetapi membangun budaya kerja yang disiplin, responsif, komunikatif, dan berorientasi pelayanan membutuhkan konsistensi setiap hari. Jadi, selamat menjalankan agenda kerja, Setwan DPRD Medan. Senin pagi sudah dimulai dengan berdiri tegak. Sekarang tinggal memastikan bahwa kinerjanya juga ikut tegak.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *