Kendaraan konvensional berbahan bakar BBM masih menjadi pilihan utama konsumen di lelang JBA. Hingga Q1 2026, JBA mencatat telah melelang lebih dari 40.000 unit mobil bekas dan 30.000 unit motor bekas.
Di tengah dinamika sektor energi, efisiensi bahan bakar dan biaya operasional menjadi pertimbangan utama dalam memilih kendaraan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.

“Kendaraan kategori LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Calya, dan Agya masih cukup diminati karena efisien dalam konsumsi BBM serta mudah dalam perawatan. Sementara untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max, Mitsubishi Triton, hingga truk juga banyak dicari. Pada roda dua, motor matic sepertiHonda Beat, Scoopy, dan Vario tetap menjadi pilihan utama karena praktis digunakan sehari-hari,” jelas Johan Wijaya, Marketing & Sales Division Head JBAIndonesia.
JBA juga mencatat adanya perbedaan preferensi kendaraan di berbagai wilayah padaQ1 2026, yang dipengaruhi oleh karakteristik kebutuhan dan aktivitas ekonomisetempat.
Di wilayah Jawa, kendaraan penumpang seperti Toyota Avanza tipe G(1.3–1.5), Toyota Calya tipe G 1.2, serta Daihatsu Sigra mendominasi.
Hal ini sejalan dengan tingginya kebutuhan mobilitas harian serta preferensi terhadap kendaraanyang efisien dalam konsumsi BBM dan mudah dirawat. Di wilayah Sumatera, permintaan cenderung seimbang antara kendaraanpenumpang dan kendaraan niaga. Kendaraan penumpang didominasi oleh unit MPVseperti Toyota Avanza tipe G 1.3 dan Toyota Calya tipe G 1.2.
Sementara itu, kendaraan niaga seperti Mitsubishi Triton double cabin, Suzuki Carry pick up, sertaMitsubishi Colt L300 pick up lebih banyak diminati untuk mendukung aktivitasdistribusi, logistik, dan sektor perkebunan.
Sementara itu, di wilayah Kalimantan, kendaraan operasional seperti Daihatsu GranMax pick up, truk Mitsubishi Canter, serta Mitsubishi Triton double cabin menjadi pilihan utama, mencerminkan kebutuhan kendaraan untuk menunjang aktivitas industri dan distribusi barang.
Adapun di wilayah Sulawesi, permintaan cenderung seimbang antara kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Model seperti Toyota Avanza tipe G 1.3 sertaToyota Calya tipe G 1.2 cukup banyak diminati untuk kebutuhan mobilitas harian, sementara Daihatsu Gran Max pick up digunakan untuk mendukung aktivitas usaha.
Di sisi lain, JBA juga mencatat mulai adanya minat terhadap kendaraan listrik (EV) dipasar lelang, meskipun jumlahnya masih relatif terbatas dibandingkan kendaraan konvensional.
Beberapa unit kendaraan listrik yang dilelang antara lain Wuling Air EV, Wuling Cloud EV, Hyundai IONIQ 5, Neta V-II, serta BYD Sealion 7 pada Q1 2026 ini.
Selain pembelian, JBA juga melayani penitipan kendaraan maupun aset lainnya dariperusahaan dan perorangan untuk dilelang melalui jaringan buyer secara nasional.
Layanan ini membantu pemilik aset mengoptimalkan nilai jual sekaligus menjangkaulebih banyak calon pembeli. Sejalan dengan hal tersebut, Johan Wijaya menyampaikan bahwa kebutuhan kendaraan di Indonesia masih menunjukkan tren yang stabil, didorong oleh kebutuhan mobilitas dan aktivitas usaha yang tetap tinggi.
Tentang JBAPT JBA Indonesia merupakan bagian dari grup PT Autopedia Sukses Lestari Tbk(“ASLC”) yang bergerak di bidang otomotif, mulai dari lelang mobil dan motor, jualbeli mobil daring, hingga penyedia data harga kendaraan.
Saat ini, jaringan lelang JBA telah terdapat di lebih dari 15 cabang dan 24 hub di kota besar di Indonesia.
Setiap tahun, JBA melelang ratusan ribu unit mobil dan motor bekas, menjadikannya sebagai balai lelang nomor satu di Indonesia.
JBA juga mengadaptasi teknologi dan sistem komunikasi terkini untuk memberikan layanan terbaik bagi penitip kendaraan, pembeli, dan masyarakat luas. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di jba.co.id atau melalui email corcom@jba.co.id.(***)






