PRSU ke-50: Dari Roti Canai Sampai Kopi “Serba Bisa”, Paviliun Pulau Pinang Bikin Pengunjung Penasaran
MEDAN – Datang ke Paviliun Pulau Pinang di PRSU ke-50 rasanya seperti masuk ke toko oleh-oleh yang penjaganya begitu semangat menjelaskan produknya. Bedanya, yang dijual bukan hanya rasa, tetapi juga sederet klaim manfaat kesehatan yang panjangnya hampir bisa menyaingi daftar menu.
Di stan ini, pengunjung diperkenalkan dengan Tamar Arabica Coffee, minuman berbahan kopi dan ekstrak kurma yang dipromosikan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Mulai dari membantu menangkal radikal bebas, memperkaya asupan vitamin dan mineral, hingga diklaim dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit.
“Selain itu, kami juga memperkenalkan Tamar Cocoa, minuman cokelat dengan ekstrak kurma yang dipromosikan memiliki berbagai manfaat kesehatan,” kata perwakilan Alhadad Marketing Malaysia wilayah Pulau Pinang, Hud Habsyi, Rabu (29/7).
Belum selesai di situ, ada pula Tamar Teh Tarik yang dipromosikan dengan beragam manfaat, mulai dari antioksidan hingga membantu menjaga kesehatan tubuh. Kemudian hadir G-OAT, minuman sereal dengan susu kambing dan garam bukit yang juga diperkenalkan sebagai produk dengan berbagai manfaat kesehatan.
Kalau mendengar seluruh penjelasannya, pengunjung mungkin sempat bercanda dalam hati, “Ini mau beli minuman atau sedang konsultasi kesehatan?”
Meski begitu, yang membuat banyak orang berhenti di paviliun ini bukan semata-mata klaim manfaat produknya. Cara para petugas menjelaskan dengan ramah, memberi kesempatan mencicipi produk, hingga berbagi informasi tentang Pulau Pinang membuat suasana terasa hangat dan tidak sekadar transaksi jual beli.
Paviliun Pulau Pinang memang hadir bukan hanya membawa produk minuman. Berbagai kuliner khas Malaysia juga diperkenalkan kepada pengunjung, mulai dari nasi kandar, char kuey teow, pasembor, mi Jawa, roti Benggali, hingga atraksi pembuatan roti canai yang sukses mengundang kerumunan.
Bagi yang belum sempat berlibur ke Malaysia, mampir ke paviliun ini setidaknya bisa menjadi “pemanasan”. Lidah diajak berwisata lebih dulu, sementara dompet diajak berdiskusi apakah cukup kuat menghadapi godaan belanja.
Kehadiran Pulau Pinang di PRSU ke-50 juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, sebelumnya meninjau langsung paviliun tersebut dan menyampaikan harapan agar partisipasi Pulau Pinang semakin mempererat kerja sama kedua wilayah, mulai dari perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan hingga kebudayaan.
Di tengah hiruk-pikuk konser, wahana permainan, dan ratusan stan UMKM, Paviliun Pulau Pinang menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Pengunjung tidak hanya diajak mencicipi makanan khas negeri jiran, tetapi juga mendengar cerita tentang produk, budaya, hingga potensi kerja sama lintas negara.
Kalau soal rasa, biarkan lidah yang menilai. Kalau soal manfaat kesehatan yang dipromosikan, tentu tetap baik disikapi dengan bijak dan tidak menggantikan saran tenaga medis. Yang pasti, Paviliun Pulau Pinang berhasil membuat banyak pengunjung berhenti, mencicipi, bertanya, dan pulang membawa cerita—atau setidaknya sekotak oleh-oleh.(***)







