Wakil Wali Kota Bekasi Dampingi Menko Pangan Sosialisasikan Program MBG dan Tinjau Pasar Murah

Bekasi21 Dilihat

 

KOTA BEKASI – Bekasi kembali kedatangan rombongan pejabat. Kali ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi paket lengkap: sosialisasi, edukasi, pasar murah, hingga acara yang namanya cukup meriah—HAJATAN. Kalau dirangkum, ini seperti roadshow versi pemerintahan: ada panggung, ada pesan penting, dan tentu saja ada warga yang berharap dapat manfaat langsung (atau minimal harga minyak goreng yang lebih bersahabat).

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, tampak mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam rangkaian kegiatan di Pondok Gede, Rabu (15/04). Agenda dimulai dari sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 5. Sebuah program yang, kalau sukses, bisa jadi satu-satunya hal yang bikin siswa lebih semangat datang ke sekolah selain Wi-Fi.

Selain membahas MBG, kegiatan ini juga menyentuh isu ketahanan pangan dan pola hidup sehat. Sebuah pengingat halus bahwa makan itu bukan cuma soal kenyang, tapi juga soal gizi—meskipun dalam praktiknya, banyak yang masih setia pada prinsip: yang penting enak dulu, sehat belakangan.

Rombongan kemudian bergerak ke Plaza Pondok Gede untuk meninjau pasar murah. Di sinilah suasana berubah jadi lebih “hidup”. Warga berdatangan dengan semangat tinggi, karena di tengah harga kebutuhan pokok yang sering bikin dahi berkerut, kata “murah” punya daya tarik yang hampir setara dengan kata “diskon besar”.

Pasar murah ini jadi semacam oase ekonomi kecil—tempat di mana harapan dan antrean bertemu dalam satu garis yang sama.

Kunjungan dilanjutkan ke acara Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) di Kodim 0507/Bekasi. Nama acaranya terdengar seperti pesta rakyat, dan memang begitu nuansanya. Bahkan komunitas ojek online ikut hadir, membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan petani dan pejabat, tapi juga mereka yang setiap hari berjuang di jalanan sambil menunggu order masuk.

Kehadiran Wakil Wali Kota bersama Menko Pangan disebut sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah. Dalam bahasa yang lebih sederhana: semua sepakat bahwa program ini penting, dan lebih penting lagi memastikan programnya benar-benar terasa di lapangan, bukan hanya di spanduk.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Abdul Harris Bobihoe—sebuah harapan yang sudah sangat akrab di telinga, tapi tetap relevan selama kebutuhan hidup masih harus diperjuangkan setiap hari.

Sementara itu, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Karena memang, urusan pangan bukan perkara sederhana. Ini bukan cuma soal menanam dan memanen, tapi juga distribusi, harga, dan—yang paling terasa—daya beli.

Pada akhirnya, rangkaian kegiatan ini membawa pesan optimistis: bahwa program MBG dan kebijakan pangan lainnya diharapkan bisa benar-benar dirasakan masyarakat.

Dan warga Bekasi pun mungkin punya harapan sederhana: semoga programnya tidak hanya hadir saat ada kunjungan, tapi juga tetap terasa bahkan ketika rombongan sudah pulang dan spanduk sudah diturunkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *