Bobby Nasution Puji Soliditas Komunitas Vespa: Kekeluargaan Tak Bisa Dibeli

Bobby Nasution Puji Soliditas Komunitas Vespa: Kekeluargaan Tak Bisa Dibeli

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memuji soliditas komunitas pecinta Vespa yang dinilainya mampu menjaga rasa persaudaraan dan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Menurut Bobby, kekuatan komunitas Vespa bukan hanya soal kendaraan tua, mesin, aksesori atau berburu unit yang harganya terkadang justru lebih bikin pusing daripada memperbaiki mesinnya. Ada nilai kebersamaan yang membuat para pengendara Vespa tetap merasa satu keluarga.

Hal itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi panitia penyelenggara Gelegar Vespa bersama pengurus Binjai Italian Scooter Sumatra Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Jumat (18/9/2026).

Bobby mengatakan, keunikan Vespa tidak hanya terletak pada sejarah dan nilai kendaraannya. Lebih dari itu, komunitasnya memiliki ikatan sosial yang kuat, baik mereka yang tergabung dalam klub maupun pengendara independen.

“Vespa ini kegiatan komunitas yang paling utama kekeluargaannya. Baik yang tergabung dalam klub maupun independen, soliditasnya luar biasa. Nilai kekeluargaan ini pasti tidak bisa dinilai dengan uang,” ujar Bobby.

Pernyataan tersebut seolah mengingatkan bahwa ada sesuatu yang memang tidak bisa dicari di marketplace, apalagi dibeli dengan kartu kredit: rasa persaudaraan.

Bobby menilai semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh di komunitas Vespa relevan untuk diterapkan lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial di tingkat daerah maupun nasional akan lebih mudah dihadapi jika masyarakat memiliki semangat persaudaraan dan mau bekerja bersama.

“Yang perlu kita lakukan hari ini adalah mempererat rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Jika ada permasalahan, baik di tingkat daerah maupun nasional, kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan besar untuk menyelesaikannya,” katanya.

Dukung Gelegar Vespa di Binjai

Bobby juga menyambut baik rencana penyelenggaraan Gelegar Kontes Vespa Mania 5 dalam rangka Anniversary ke-30 Binjai Italian Scooter.

Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka Binjai pada 17–18 Oktober 2026 mendatang.

Bobby menyatakan dukungannya sekaligus meminta panitia berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Sumut. Koordinasi dinilai penting agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan sukses.

Namun, satu hal yang juga ditekankan Bobby adalah keselamatan lalu lintas.

“Selamat beracara untuk teman-teman. Jaga keselamatan di jalan, bantu pihak kepolisian, dan pastikan kegiatan ini dapat menyebarkan nilai-nilai positif serta kebahagiaan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pesannya sederhana: Vespa boleh tua, konvoi boleh panjang, tetapi keselamatan jangan ikut “ditua-kan”.

Target 3.000 Peserta dan Pengunjung

Ketua Panitia Dwi Rendra Perkasa mengatakan Gelegar Vespa merupakan agenda besar yang digelar lima tahunan. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Jejak Tiga Dekade, Dari Mesin Tua Menjadi Keluarga Seutuhnya.”

Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan 30 tahun berdirinya Binjai Italian Scooter.

Mulai dari seremoni potong tumpeng, kontes Vespa klasik dan modern, riding atau sanmori, hiburan live music, bakti sosial pembagian sembako hingga pelibatan UMKM lokal.

“Kami menargetkan sekitar 3.000 pengunjung dan peserta yang berasal dari Sumatra Utara, Aceh, Riau, hingga Sumatra Barat,” kata Dwi Rendra.

Menariknya, kegiatan tersebut diklaim digelar secara independen. Pembiayaan berasal dari swadaya dan semangat gotong royong anggota komunitas, tanpa mengandalkan APBD.

Jadi, setidaknya untuk urusan pesta komunitas, mereka tidak hanya bicara kekeluargaan, tetapi juga mencoba mempraktikkannya dalam bentuk patungan dan gotong royong.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi selaku pembina, serta jajaran penasihat dan pengurus komunitas Vespa dari berbagai daerah di Sumut.

Bagi komunitas Vespa, tiga dekade tentu bukan perjalanan pendek. Mesin boleh berganti, model boleh berubah, tetapi satu hal yang ingin terus dipertahankan tampaknya tetap sama: persaudaraan di atas dua roda.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *