Kelas Rusak Diterjang Puting Beliung, Wawali Bekasi Turun Cek: Jangan Asal Cepat, Harus Tetap Bermutu
Bekasi – Perbaikan ruang kelas SDN 05 Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Tanpa seremoni, tanpa panggung, dan tanpa acara potong pita, Bang Harris datang meninjau pengerjaan ruang kelas yang sebelumnya terdampak angin puting beliung.
Cara seperti ini mungkin memang lebih sederhana. Datang, lihat kondisi, ngobrol dengan pihak sekolah, lalu cek pekerjaan.
Tidak perlu banyak spanduk.
Yang penting ruang kelasnya kembali bisa dipakai.
Harris meminta pengerjaan segera diselesaikan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman. Tetapi ada satu pesan yang cukup penting: cepat bukan berarti asal jadi.
“Harus tetap sesuai standar, namun harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Ini memang dilema klasik dalam pembangunan fasilitas publik.
Kalau terlalu lama, anak-anak yang menjadi korban.
Kalau terlalu cepat tetapi kualitasnya buruk, beberapa waktu kemudian bisa muncul masalah baru.
Jadi idealnya sederhana:
cepat selesai, standar tetap tinggi, dan jangan ada istilah “yang penting berdiri dulu”.
Apalagi ini sekolah.
Yang akan menggunakan ruang tersebut bukan pejabat yang datang meninjau selama 20 menit, tetapi anak-anak yang akan berada di dalamnya berjam-jam setiap hari.
Mereka membutuhkan ruang kelas yang aman, layak, dan nyaman.
Bencana angin puting beliung memang tidak bisa diprediksi sesuka pemerintah. Tetapi setelah bencana terjadi, respons pemerintah seharusnya bisa dipastikan: cepat, tepat, dan bertanggung jawab.
Karena bagi anak-anak, ruang kelas bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap.
Di situlah mereka belajar, bermain, bertanya, bermimpi, dan mungkin suatu hari menjadi orang yang justru membangun kota ini.
Maka ketika Wawali mengatakan pemerintah harus hadir dalam pemulihan infrastruktur sekolah, kalimat tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai slogan.
Kehadiran pemerintah paling mudah diukur dari hal-hal sederhana.
Apakah ruang kelas kembali aman? Apakah perbaikannya berkualitas? Apakah anak-anak bisa belajar tanpa rasa khawatir?
Kalau jawabannya iya, berarti pekerjaan pemerintah memang terasa.
Dan untuk SDN 05 Bojong Menteng, semoga ruang kelas segera selesai tanpa mengorbankan kualitas.
Sebab anak-anak tidak membutuhkan bangunan yang sekadar cepat selesai.
Mereka membutuhkan ruang belajar yang bisa bertahan lebih lama daripada masa jabatan pejabat yang meresmikannya.(***)






