Pj Sekdaprov Sumut Ajak AFEBI Bersinergi, Kampus Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengajak Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan. Perguruan tinggi, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis, dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan gagasan, kajian, serta solusi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor saat menyampaikan pesan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam acara Makan Malam Bersama rangkaian Kongres XIV AFEBI Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (5/11/2026).
Timur berharap pertemuan para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap kebersamaan malam ini dapat semakin memperkuat hubungan antarpimpinan perguruan tinggi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan pemerintah,” ujar Timur.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang cukup besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata hingga ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat.
Persoalannya, bagaimana kekayaan sumber daya tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.
“Bagaimana potensi itu bisa memberikan peluang kerja, meningkatkan daya saing, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat. Karenanya dalam upaya tersebut, kami memandang perguruan tinggi, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis sebagai mitra strategis pemerintah,” kata Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Timur didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Tanjung.
Ia juga berharap para dekan dan pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis yang mengikuti Kongres XIV AFEBI 2026 mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru selama berada di Sumatera Utara. Selain itu, para peserta diharapkan membawa kesan positif mengenai keramahan masyarakat, kekayaan budaya, dan potensi daerah.
“Terima kasih atas kehadiran dan kontribusi seluruh peserta. Semoga silaturahmi semakin erat, persahabatan semakin kuat, dan kerja sama yang terbangun dapat memberikan manfaat, khususnya bagi kemajuan pendidikan tinggi serta pembangunan ekonomi Indonesia, terutama Sumatera Utara,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Nurhayati menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut atas fasilitas dan jamuan makan malam yang diberikan kepada peserta Kongres XIV AFEBI 2026.
Menurutnya, perhatian Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya terhadap dunia pendidikan patut diapresiasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah merupakan langkah penting dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih berkualitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Prof. Aurik Gustomo dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ketua Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (Lamemba) Prof. Ina Primiana dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Ketua AFEBI Research Institute Prof. Irfan Syauqi Beik, serta para pimpinan fakultas ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kehadiran para akademisi tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan perspektif kampus dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pemerintah membutuhkan kajian dan inovasi, sementara perguruan tinggi membutuhkan ruang aktualisasi agar ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kuliah maupun tumpukan jurnal penelitian.
Pada akhirnya, kolaborasi pemerintah dan kampus baru benar-benar bermakna apabila menghasilkan kebijakan yang tepat, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Sebab, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dibicarakan dalam kongres dan jamuan makan malam. Hasilnya harus terasa hingga ke tengah masyarakat.(***)






