Lomba Kreativitas Lansia: Saat yang Muda Belajar, yang Senior Justru Unjuk Gigi

Ada anggapan kalau masa pensiun identik dengan duduk santai, main catur, atau sibuk mengawasi cucu. Tapi para lansia di Kota Bekasi tampaknya belum membaca “aturan” itu. Mereka malah sibuk ikut lomba, berkarya, dan membuktikan kalau semangat hidup tidak ikut pensiun.

Lewat program Sekolah Lansia yang dikelola DPPKB Kota Bekasi, sebanyak 900 peserta dari 21 sekolah lansia yang tersebar di 12 kecamatan berkumpul dalam ajang Kreasi Lansia pada Kamis (18/6). Bukan lomba siapa paling cepat tidur siang, melainkan adu kreativitas, semangat, dan produktivitas.

Kadang yang lebih sering mengeluh soal capek justru mereka yang masih usia produktif. Sementara para lansia ini memilih mengisi hari dengan kegiatan positif. Seolah ingin mengingatkan, umur memang bertambah, tetapi alasan untuk berhenti berkarya tidak harus ikut bertambah.

Pemerintah Kota Bekasi pun tampaknya sadar bahwa kebahagiaan lansia bukan hanya soal layanan kesehatan atau bantuan sosial. Memberi ruang untuk berekspresi dan berkumpul ternyata sama pentingnya. Sebab, manusia tetap butuh merasa berguna, berapa pun usianya.

Kepala DPPKB Kota Bekasi, Dr. dr. Kusnanto, menyebut sekolah lansia menjadi wadah bagi para senior untuk beraktualisasi, berkreasi, dan tetap produktif. Logikanya sederhana: semakin banyak aktivitas positif, semakin besar peluang hidup terasa lebih bermakna.

Puncak acaranya bahkan diproyeksikan diikuti sekitar 3.000 lansia pada 2 Juli 2026. Jumlah yang mungkin membuat beberapa konser musik kalah ramai. Bedanya, di sini yang dipamerkan bukan sekadar penampilan, tetapi pengalaman hidup yang panjang.

Yang menarik, kegiatan seperti ini diam-diam menyentil generasi muda. Ketika para lansia masih bersemangat belajar hal baru, rasanya agak sulit mencari alasan untuk menyerah hanya karena hari Senin datang lebih cepat.

Pada akhirnya, usia hanyalah angka di kartu identitas. Semangat tetap pilihan. Dan para lansia Bekasi sedang membuktikan bahwa senja kehidupan bukan waktu untuk meredup, melainkan saat yang tepat memancarkan cahaya pengalaman kepada generasi berikutnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *